Menanggapi posting sebelumnya, saya kurang sepaham dengan cara demo mahasiswa menyikapi kenaikan BBM kali ini. Beberapa dari mereka telah salah dalam mengartikan kebebasan mengeluarkan pendapat. Dengan dalih demi kesejahteraan rakyat, mereka justru malah menyengsarakan dan menyulitkan rakyat. Betapa tidak, bayangkan memblokir jalan umum, menyegel POM bensin, menghentikan kendaraan ber plat merah dan sebagainya. Mahasiswa telah bersikap brutal dengan menyerang polisi, dan merusak fasilitas umum. Sebenarnya apa yang mereka tuntut kali ini? Sudah benarkan apa yang mereka lakukan sekarang? Mari kita merenung dan mengoreksi diri masing-masing.
Di ternate masyarakat sudah mulai gerah dengan sikap mahasiswa. Wajar menurut saya, dengan memblokir jalanan, masyarakat yang harus kerja untuk menghidupi keluarganya jadi terganggu dengan pemblokiran jalan ini. POM Bensin dan mobil tangki pengangkut BBM di tahan dan disegel, apa ini tidak mengakibatkan tertahannya aktivitas masyarakat karena tidak bisa mengisi bahan bakar kendaraan? Berdemo menolak kenaikan BBM dan bentrok dengan polisi, lalu merusak fasilitas umum. Maksudnya apa? Menghentikan kendaraan berplat merah, pelayanan terhadap masyarakat tentunya akan tergangu juga?.
Susah memahami keinginan dan maksud dari banyak oknum mahasiswa tersebut. Memang ada kebanggaan sendiri menjadi mahasiswa, tapi apa harus seperti ini? Menjadi jagoan? Mari kita renungkan kembali, kita menuntu terlalu banyak kepada negara, pernah terpikirkan apa yang telah kita berikan untuk negara? Pahlawan adalah orang yang membela negara tanpa pamrih, walau harus dibayar dengan darah dan nyawa. Apa cara demo mahasiswa seperti ini bisa di artikan sebagai perbuatan seorang pahlawan? Mari kita renungkan!!!









ropik on 
Shinji mikami on
chaca on 
