original post from frs_pnx www.soulmate07.co.cc www.unduhmp3.co.cc
Masalah terkini adalah penyerangan anggota Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Artikel ini tidak akan membahas siapa yg salah dan siapa yg benar ( both of them is so pathetic in the fact ) tapi mari kita lihat..korban di balik ini…mental bangsa indonesia.
FPI, and another violence…what next?what a pathetic!!Seperti sudah menjadi budaya bagi bangsa ini, jika ada masalah, maka hal pertama yg di lakukan adalah saling tuding dan saling menyalahkan. Mari kita liat dari sudut pandang yg berbeda
simple example, seorang penyeberang secara tidak sengaja hampir saja tertabrak oleh pengendara sepeda, jika kejadian itu terjadi di negeri kita, pasti yg ada adalah, salah satunya akan marah dan menyalah kan yg lain. Kejadian yg sama terjadi di Jepang, tapi yg terjadi justru kedua belah pihak bergantian minta maaf.
Dari study kasus di atas, tanpa melihat siapa yg bersalah dan siapa yg berhak menerima permintaan maaf, ada orang di luar sana yg bisa bersikap lebih santun dan terhormat dalam menyikapi masalah. Memang terlalu kecil jika di banding kan masalah yg sangat kompleks dari sabang sampai meuroke tapi dari hal yg kecil ini lah kita belajar..mari berpikir.
Kita ulas sedikit perisiwanya. FPI bergerak atas dasar menegakkan syariat islam serta Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan. Sepak terjangnya sudah kerap meresah kan masyarakat. Dalam hal ini FPI bergerak di wilayah hukum Indonesia yg bukan negara islam. Sedikit berbagi cerita, saat peristiwa ini mencuat, penulis mencoba mencari tahu tentang kehidupan di negeri yg menganut hukum islam dalam perundang2an nya ( kebetulan penulis ad kontak dgn pelajar ind. yg sedang berada di mesir ) Di Mesir, tidak ada kegiatan seperti yg FPI lakukan. Yg ada hanya lah usaha pemerintah untuk menanamkan kesadaran dalam menjalankan hukum2 islam.
Sekarang kita liat AKKBB. Dalam sebuah artikel, dikupas bahwa AKKBB memiliki agenda tersembunyi dalam kegiatan nya, dan itu bertujuan menjatuh kan islam ( penulis tdk dapat menyebutkan detail nya di sini, karena artikel ini bukan mewakili golongan apa pun, melain kan artikel indiependent fRs PnX ) Sekali pun itu benar, tapi apakah FPI berhak menghakimi AKKBB di lihat dari bentuk negara kita dan dasar hukum nya?
Sebenar nya yg menjadi korban dalam hal ini adalah mental bangsa indonesia. Terlihat dalam study kasus di atas, bagaimana dgn mudah kita saling menyalahkan satu sama lain. Dan yg lebih menyedihkan nya, itu tidak menyelesaikan masalah. Masalah semakin keruh, media semakin berkoar2 dalam pemberitaan. Radio dan TV tidak henti2nya menyiarkan berita yg akhir2 ini menjadi komuditas yg layak untuk di jual, bukan layak untuk jadi berita dan pemaparan fakta. Opini publik di bentuk sesuai ap yg di pesan, bukan ap yg terjadi di balik peristiwa. Media menjadi penting dalam hal ini karena dia ikut andil dalam pembentukan opini publik yg nanti nya akan jadi faktor dalam membangun karakter seseorang. Dari anak2 sampai orang tua dgn bebas bisa menyaksikan berita pilu ttg gempa di China, atau sekedar menyesali ke kalahan tim bulu tangkis Indonesia dalam kejuaran Uber dan Thomas. Semua itu tanpa di dasari sikap yg pada akhir nya akan berbuah pada kebencian dan rasa permusuhan antar sesama, dan lagi2 mental bangsa ini yg jadi korban.
Mari mulai dari diri sendiri. Dengan mulai berpikir: apa yg bisa saya sumbangkan untuk republik ini, bangsa ini. Mulailah rebellion mu dari membentuk karakter mu sendiri, menentang arus yg ad, yg tentu saja di imbangi dgn cara cerdas yg sangat terhormat. Once you are a real rebel, kamu akan selalu jadi a rebel for most of your lifetime, tak akan bisa berubah coz that’s who you are. It’s in your blood. Kamu akan selalu berpikir utk melawan kecenderungan2 yang ada, kapan saja dimana saja. Kecenderungan masyarakat yg ad di sekitar mu, lawan, rubah, dan selalu jadi terdepan dalam komunitasmu dgn rebellion mu.
Bangsa jepang perlu 30tahun untuk membangun mental cinta kebersihan . Yg sekarang bisa terlihat dari kondisi lingkungan jepang yg sangat mencerminkan innadofatu minnal iman (kebersihan sebagian dari iman) yg di ajar kan islam berabad2 lalu, dan yg jelas bukan dgn jalan kekerasan, melainkan dgn membangun kesadaran bersama untuk kemajuan bangsa. Lalu, berapa tahun yg di butuh kan bangsa kita untuk bangkit dari semua ini??Jawaban nya ada di hati kita masing.
download mp3 gratis unduhmp3.co.cc







