Save Our Masjid Campaign…..
Stop najis digital !!
” Pintu kemana sajaa….!!” itulah yang dikatakan oleh Doraemon ketika Nobita meminta Doraemon untuk mengeluarkan alat yang bisa digunakan dengan tidak sengaja untuk mengintip Sizuka mandi. Mungkin situasi tersebut dapat menggambarkan keadaan kita saat ini. Manusia cenderung menggunakan teknologi untuk sesuatu yang bersifat memuaskan keinginan mereka. Dengan tidak memperhatikan aspek-aspek yang lain.

Saya teringat pada salah seorang teman yang waktu itu istirahat kerja langsung pergi ke warnet karena telah mendengar kabar terbaru beredarnya video porno dan gambar porno tentang salah satu anak SMA di Indonesia. Waktu itu hari jum’at dan biasanya kami ketemu di masjid untuk Jumatan bersama, kemudian sebelum masuk ke lingkungan Masjid dia bercerita tentang serunya gambar dan film berdurasi menitan yang telah ia download bersama teman temanya. Saya hanya tercengang dan senyum mendengarkan ceritanya. Kemudian kami masuk masjid dan bersama mengambil air wudlu untuk siap-siap sholat jumat. Ditengah kotbah saya berpikir…tadi dia sudah mengambil beberapa gambar dan video porno dalam hp nya kan?…apakah ibadahnya sah? Bukanya dia termasuk membawa najis kedalam tempat suci? Dengan file porno yang telah ia download ia tidak merasa bersalah untuk membawa hp tersebut kedalam Masjid ?
Najis Digital !?
Hal tersebut terjadi di suatu lingkungan yang saya sebut sahabat…dengan beredarnya berbagai video dan gambar porno yang semakin hari semakin memasyarakat apakah orang tidak lagi memperhatiakan nilai nilai yang ada dalam hati? Ini baru terjadi dengan sahabat saya, bagaimana dengan tetangga saya? Bagaimana dengan desa saya?kota saya? Atau negeri tercinta saya?. Jika beratus ratus orang melakukan hal yang sama…apa yang akan terjadi dengan kemurnian Masjid kita? Saya tidak bermaksud untuk menjustifikasi orang bahwa sebagian orang telah bertindak dengan cara yang sama sesuai dengan fenomena diatas. Akan tetapi apakah nilai nilai kemurnian yang mulai memudar tidak akan kita selamatkan? Apakah ketidaksadaran kita akan membawa sebuah ketaqwaan sejati?Ini yang saya sebut sebagai Najis Digital ketika nilai nilai keagamaan mulai memudar dan kesadaran hati untuk kembali menuju kemurnian sang Khaliq. Dalam perkembanganya agama menjadi terkesan berkembang kearah level simbolik dimana mulai terjadi kegamangan dalam nilai nilai normatif. Orang tidak lagi malu untuk menyebut dirinya taqwa tapi disisi lain ia melakukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai normatif seperti dalam fenomena Najis Digital diatas.
Penetrasi teknologi telah memunculkan sebuah wacana, bagaimana putra bangsa dapat memanfaatkan kehadiran teknologi modern untuk perkembangan mereka dan sejauh mana teknologi ini dapat mentransformasikan mereka. Kenyataan yangterjadi bahwa telah terjadi benturan nilai-nilai dimana perkembangan teknologi telah mempengaruhi budaya dan nilai yang ada. Seorang ahliu mengatakan bahwa karekteristik teknologi menjujung tinggi nilai rasionalitas, dimana makna tradisional tidak lagi dipercayai oleh, teknonologi lebih percaya pada pembuktian daripada pembenaran. Kedua, Teknologi lebih mengacu pada problem solving atau “getting this done” yang didalamnya terdapat unsur yang melihat bahwa alam dan kekuatan yang ada di dalamnya dapat diperalat dan dimanipulasi untuk memnuhi kebutuhan manusia. Hal inilah uang menjadi kelemahan kita ketika nilai-nilai normatif dan keyakinan mulai memudar oleh hasrat dan pemenuhan kebutuhan. Esensi hedonisme yang berpendapat bahwa kenikmatan khususnya kenikmatan pribadi upakan nilai tertinggi dan tujuan utama manusia, memang…kenikmatan merupakan sebuah loyalitas hidup dimana terdapat unsur indrawi,spiritual dan intelektual tapi tidak harus menghilangkan kemurnian hati kan? Orang jawa bilang “wong kok anane nganut budaya teledor…” itulah yang terjadi keteledoran kita untuk memisahkan sebuah kemurnian dan kemajuan. Jika menolak begitu saja masyarakat akan stuck dan tetap menjadi masyarakat transisi yang setiap harinya harus manghadapi fragmentasi nilai..?akan tetapi jika menerima begitu saja masayarakat akan menjadi masyarakat yang tidak punya nilai.
SELAMATKAN MASJID KITA!!
Apakah kita tidak rindu dengan sujud kita…ketika kesucian menapak hati kita dan dan raga ketaqwaan menghantar kita pada keagungan sang Pencipta? Masjid sebagai tempat suci..tempat kita berpeluh kesah pada sang Khaliq….. tempat kita berdoa..tempat kita mendekatkan raga dan moral kita. Haruskah tempat suci kita mengngis karena ia sudah tidak suci lagi…..? ApakAh anda sadar jika masjid di lingkungan anda telah bersih dari Najis…..? Apakah anda telah sadar jika Anda telah benar-benar suci….? Marilah kita bersama membuat sebuah creative anxiety , kegelisahan bertindak secara kretif guna menyelamatkan MASJID KITA. Gerakkan hati kita…..!! Sadarkan masyarakat kita….!! Hapus najis digital di Masjid…!!
SAVE OUR MASJID……!!
Boro2 punya video porno di hape aku. Lha wong hape aku aja merknya “jadoel”. cuman bisa buat telp, sms ma buat nimpuk anjing.hehehe
kembali kepada manusianya sendiri,tapi kalo menurut prinsip saya itu tidak boleh.,
Setahu saya kalo najis itu terkena barang barang yang dianggap najis secara hukum mis kena air kencing
Tapi artikel yang hangat …
Tergantung, video itu diliat pas d masjid apa ngga. Kalo g d liat terus g ada masalah, what is the problem?
Hwahhh yo’a…
Perlu pendidikan sejak dini….
Gmn kalo satu warga kota di pesantrenkann slama 3 bulan…
biar pada tobat..
Subhanallah… sungguh mulia niatmu ini sahabat..
saya yakin Insya4JJI apa yg km lakukan saat ini akan mendapatkan balasannya kelak melebihi dr apa yg km bayangkan sebelumnya..
Tp hendaknya sy sedikit menambahkan bahwa:
Najis itu pasti Haram
tetapi
Haram belum tentu Najis
=> misal:=
Kotoran kambing itu Najis khan..dan jelas Haram
Namun
Coba dengan Bir itu pasti Haram khan… ttp dia tdk Najis khan…
NAJIS:=>> sedikit lebih detail dalam masalah najis adalah mazhab Asy-Syafi’i. Di dalam mazhab Asy-Syafi’i sebagaimana yang tertuang dalam kitab Kasyifatus-Saja, disebutkan bahwa memang ada dua jenis najis.
=> Pertama adalah najis yang kelihatan kenajisannya. Najis ini disebut najis ‘ainiyah. Asal katanya dari kata ‘ain yang berarti mata, karena najis itu kelihatan dengan mata telanjang. Yang menjadi ukuran adalah warna, rasa dan aroma. Najis jenis ini dihilangkan dengan menghilangkan ketiganya.
=>Kedua adalah najis hukmiyah, yaitu najis yang tidak nampak oleh mata. Lantaran sudah tidak ada lagi rasa, warna atau aroma. Najis jenis ini dihilangkan hanya dengan mengalirkan air di atasnya sekali saja.
HARAM:=>>apabila Islam telah mengharamkan sesuatu, maka wasilah dan cara apapun yang dapat membawa kepada perbuatan haram, hukumnya adalah haram.
Oleh karena itu, kalau Islam mengharamkan zina misalnya, maka semua pendahuluannya dan apa saja yang dapat membawa kepada perbuatan itu, adalah diharamkan juga. Misalnya, dengan menunjukkan perhiasan, berdua-duaan (free love), bercampur dengan bebas, foto-foto telanjang (cabul), kesopanan yang tidak teratur (immoral), nyanyian-nyanyian yang kegila-gilaan dan lain-lain.
mudah2an ramadhan yg akan datang bisa menjadi pesantren yang membuat qta lebih baik dari hari kehari.amien
Brati digolongkan najis dan harus dialiri air diatasnya ya? Ya udah, langsung aja HPnya disiram pakek air.
Paling parah pas sholat jumat malah inget adegan video mesum and senyum2…Hayo, sholatnya diraguin tuh!!
salam,
menurut saya menjadi haram jika hp tetap menyala, tetapi jika tidak diaktifkan maka tidak terkena hukum.
sama halnya mungkin dengan hafalan ayat AlQuran atau hadits yang selalu kita bawa2 di kepala kita,menjadi haram jika di ucapkan di dalam kamar mandi misalnya tetapi jika tidak dilakukan, minimal di ucapkan dalam hati ya tidak mengapa.
atau seperti wallpaper yang bertuliskan Kalamullah jika hp dalam keadaan menyala dan kita masuk kamar mandi maka itu jelas “su’ul adab”/ cacat akhlaq atas Kalamullah tetapi jika dalam keadaan tidak aktif maka berbeda hukumnya
nggak mungkin khan media digital dikenai hukum fiqih,sebagai contoh membasuh dengan air,jikalau demikian maka termasuk kategori apakah najisnya mukhofafah, mutawasithoh atau mugholadzoh?
mungkin baiknya hapus deh nyusahin aja.mending taruh foto ulama n keluarga gitu biar lebih berkah ya nggak?
tapi kalo masih ada yang ngerasa keeping that kind of things is morally ok n seeing as privacy, well maybe these kind of people could show those to public and shouting “hey this is adult material..n i’m old enough to do this kind of things” ..weleeh kira2 enaknya diapain y orang kaya gini..hehe
so, even though bad habit die hard, but slowly delete those kind of things makes barakah come quickly.
lets save masjid n ourselves brother..i support you fully
thnx n wasallam