SP : Antara Perbaikan Nilai dan Pembodohan Mahasiswa

“Semester Pendek”, begitulah kalang civitas akademika kampus menyebutnya, dan biasa di singkat “SP”. Setiap selesai ujian akhir semester genap setiap tahunnya, semester pendek adalah sebuah bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk mengisi liburannya selain dengan Liburan pulang ke asal dan berorganisasi. Tujuan utama mahasiswa mengikuti SP adalah untuk melakukan perbaikan nilai terhadap mata kuliah yang mendapatkan nilai ancur pada semster reguler. Dengan harapan, di akhir masa kuliah tidak ada nilai C dan jumlah IPK diatas 3,25. Karena memang itulah yang dicari kebanyakan mahasiswa sekarang, kuliah yang penting dapat nilai bagus. Dan untuk mendapatkannya bisa ditempuh dengan segala cara, yang salah satunya adalah SP.

Dengan adanya kebijakan program SP ini, seolah – olah kampus mendukung dan membenarkan kondisi pemikiran dan sikap mental mahasiswa sekarang, yang kulaih memang hnay mencari nilai semata. Bukan mencari ilmu dan melakukan pengembangan diri serta meningkatkan potensi yang dimiliki.

Bayangkan saja, nilai mata kuliah yang di ikuti selama 1 semester dapat diperbaiki hanya dengan mengikuti kuliah selama 1 bulan yang hanya 8 x pertemuan. Lalu kenapa tidak tiap semester aja dibikin 1 bulan?
Dan lebih parah lagi, point tertinggi dan yang pertama disebutkan dalam kriteria penilaian akhir dari SP adalah “prosentase kehadiran”. Jadi kalo sudah ikut SP, cukup datang, duduk, absen, pulang, LANGSUNG DAPAT NILAI B.

apa itu wajar?
dari pada disebut sebagai ajang perbaikan nilai. SP jauh lebih terkesan sebagai ajang pembodohan mahasiswa.
tapi anehnya banyak mahasiswa yang sudah tahu dan sadar, masih tetep aja mau dibodohi, termasuk saya :) hehehehe

7 comments on “SP : Antara Perbaikan Nilai dan Pembodohan Mahasiswa

  1. tapi kalo SP ditiadakan….!? terus gimana yang nilainya anjlok –masih mending C– kalo D alih-alih E kan gak lulus kan. Terus yang mau buru2 TA/Skripsi dan Yudisium kan perlu prasyarat SKS yang harus dipenuhi. Kalo harus ngikut taon depan kelamaan mas.. Cape Deh!

  2. Yuupzz se7….,
    Tapi bayarnya kok mahal banget yach??
    Tapi klo jaminan dpt nilai A s7 bngt…
    hehehehe

  3. Di semua PT Memang begitulah adanya SP. Semester Pendek. Kampus memerikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memeprbaiki kemampuannya dalam Mata Kuliah yang dirasa belum mendukupi, dalam hal ini kebetulan yang menjadi tolok ukur adalah nilainya.
    Tentang prosentase Kehadiran, sebenarnya bervariasi tergantung dosen. tapi dari sana harusnya kita positif lah, itu sebagai pemacu agar kita bisa lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban kita kuliah.
    Kemudian ttg biaya, ya itu juga sebagai obat ‘jera’ agar kita jangan sampai jeblok di semester reguler sehingga gak perlu registrasi SP.
    Kalo kita merasa SP itu sebagai pembodohan, ya udah jangan daftar SP tunggu aja semester regular. Tapi bagi yang mendesak TA / Skripsi tentu ada pertimbangan lain.
    Jadi, sepatutnya kita harus tetep pegang tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Kalo kita benar2 mesti gak bakal ikut SP.

    Tetep semangat dan tetap berusaha berikan yang terbaik buat orang2 disekitar kita…
    aa_alland

  4. tambah…
    trus kalo dah gak ikut SP kan kita bisa manfaatin masa liburan dengan hal lain.
    waktu 2 bulan liburan jangan sampe tersiakan.
    ada yang ngisi dengan terjun dsan bergelut dengan dunia organisasi baik di internal kampus seperti PPM or ITC dll. or diluar dengan kampus.
    atau bisa juga ikut kursus untuk menambah kompetensi diri. seperti bahasa asing.
    atau ada juga yang membangun networking/relasi kerja sambilan dengan berusaha kecil2an, seperti jadi freelance.
    opsi terakhir….liburan ..main main….
    huuuuu……

  5. namanya juga SP….SUMBER PRESTASI…MASA KINI….hal yg sudah lumrah…ikutin aj prosedurnya….toh yg kuliahkan kita…hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>